Thursday, January 11, 2018

9 cara membangun hubungan baik dengan siswa

Halo sob, pada kesempatan ini saya akan membagikan artikel tentang pendidikan, yaitu bagaimana membangun Hubungan Positif dengan Siswa di dalam kelas. Alasan kenapa harus terjalin hubungan yang positif antara guru dan siswa adalah untuk mencipatakan suasana belajar yang nyaman dan kondusif, Sembilan Poin penting di bawah ini  adalah cara untuk membangun hubungan positif antara guru dan siswa di dalam kelas:
  1. Beri siswa ucapan “Halo” yang ramah
  2. Luangkan waktu sisngkat untuk bercakap tatap muka tentang hal-hal yang terjadi dalam kehidupan siswa
  3. Tulislah catatan singkat yang berisi dorongan bagi siswa
  4. Sering-sering panggil nama siswa
  5. Tunjukkan semangat kepada siswa bahkan sampai mau pulang sekolah
  6. Bersikaplah lebih terbuka, sehingga siswa bisa lebih memandang Anda sebagai manusia. Tetapi jangan terlalu berlebihan dalam membuka diri. Selalu pertimbangkan level pemahaman dan emosional anak saat Anda membuka informasi personal tentang diri Anda kepada mereka
  7. Jadilah pendengar aktif yang menyimak apa yang siswa katakan, meskipun itu Cuma soal sepele
  8. Biarkan siswa tahu bahwa Anda akan selalu membantu mereka
  9. Ingat bahwa mengembangkan hubungan yang positif dan saling percaya itu akan membutuhkan waktu. Ini terutama berlaku bagi siswa dari lingkungan yang berisiko yang mungkin tidak cepat percaya kepada Anda 
Semoga artikel yang sempat saya bagikan pada kesempatan ini dapat membantu dalam membangun hubungan yang baik antara Guru dan Siswa di dalam kelas. Jangan lupa membagi ilmu yang kamu ketahui kepada teman-teman, sahabat, dan keluarga. Baiklah sekian dari saya, nantikan artikel-artikel pendidikan yang menarik lainnya hanya di Galileo Pustaka.
Share:

Wednesday, January 10, 2018

Fakta Fisika Unik : Penyebab telur memadat ketika direbus

Halo sob, fakta fisika yang akan saya bahas kali ini adalah tentang penyebab telur menjadi padat ketika diberikan panas (direbus), berbeda halnya dengan kentang yang melembek ketika dipanasi. Jadi apa sebenarnya yang terjadi pada telur, mengapa ketika dipanasi menjadi mengeras atau menjadi padatan? Padahal prinsip fisika mengatakan bahwa, benda padat ketika diberikan energi panas/kalor, maka benda padat akan meleleh dan menjadi cair. Sedangkan cairan apabila dipanaskan akan menguap menjadi gas. Suatu misteri bukan, nah untuk mengetahui apa penyebab telur mengeras ketika direbus simaklah pejelasan di bawah ini.
Telur dan kentang adalah bahan makanan yang berbeda jenis. Kentang merupakan bahan makanan yang mengandung karbohidrat, sedangkan telur adalah bahan makanan yang mengandung protein. Nah, ternyata karbohidrat dan protein dalam merespon panas yang diberikan itu berbeda. Perbedaannya adalah karbohidrat ketika menerima panas maka akan melembek, sedangkan untuk protein ketika menerima panas maka akan memadat.
Telur terdiri dari kuning telur dan putih telur, dimana kuning telur terdiri dari 70% lemak sedangkan putih telur 85% protein. Perlu kita ketahui bahwa lemak tidak terlalu terpengaruh terhadap panas, sehingga putih telur akan memadat terlebih dahulu dibandingkan kuning telur. Sebutan lain untuk putih telur adalah Albumen, sedangkan protein di dalamnya disebut Albumin. Albumin adalah molekul-molekul seperti benang bergelung berbentuk seperti bola-bola benang rajut. Ketika dipanaskan, bola-bola tadi melepaskan gelungan mereka sebagian dan saling lengket dengan yang lain membentuk jaringan tiga dimensi yang makin kental.
Protein pada kuning telur juga memadat dengan cara yang hampir sama, tetapi membutuhkan temperatur yang lebih tinggi dari protein pada putih telur. Selain itu, lemak yang banyak pada kuning telur menghalangi albumin-albumin untuk saling bertautan satu sama lain. Akibatya ketika telur direbus, bagian putih telur akan selalu lebih padat dibandingkan dengan kuning telur. Lalu bagaimana dengan kentang atau bahan makanan lainnya yang mengandung karbohidrat? Karbohidrat mengandung pati dan gula, dimana keduanya dapat dimasak dengan mudah. Bahkan kedua unsur ini dapat dengan mudah larut di dalam air panas.

Bagaimana sob, sudah tidak penasaran lagi dengan penyebab telur memadat sedangkan kentang melembek ketika direbus? Ternyata gara-gara perbedaan kandungan dalam bahan makanan tersebut, yaitu protein dan karbohidrat. Baiklah kalau begitu, saya berharap artikel singkat ini memberikan pengetahuan baru bagi kita dan semoga pengetahuan yang diperoleh dari artikel ini dapat bermanfaat. Nantikan Artikel-artikel fisika menarik lainnya hanya di Galileo Pustaka. 
Share:

Tuesday, January 9, 2018

4 cara menata kelas dengan baik

Halo, semuanya kali ini saya akan membagi ilmu yang sudah saya dapat, yaitu bagaimana cara menata rung kelas supaya pembelajaran di dalam kelas menjadi efektif. Sebenarnya artikel ini cocok untuk mereka calon Pengajar (Guru), tetapi untuk umum juga boleh, siapa tahu ada keluarga, teman atau pacar yang kebetulan adalah calon tenaga pengajar sehingga ilmu dari blog saya ini dapat dibagi-bagi. Bukankah Manusia yang baik adalah manusia yang bermanfaat bagi manusia lainnya. Nah kembali ke pembahasan yaitu bagaimana cara menata ruang yang baik.
Berikut ada empat poin penting yang harus diperhatikan ketika ingin menata kelas, apa saja itu, diantaranya adalah:
  1. Kurangi kepadatan di tempat lalu lalang, maksudnya adalah, jangan sampai daerah yang sering dilewati/diakses terdapat halangan sehingga dapat mengganggu jalannya pembelajaran di kelas. Contoh daerah yang sering dilewati/diakses adalah bangku peserta didik, meja guru, rak buku, dll.
  2. Pastikan bahwa Guru dapat melihat semua peserta didiknya. Tugas manejemen yang penting adalah memonitor murid secara cermat. Untuk itu seorang Guru harus bisa melihat semua peserta didiknya. Pastikan ada jarak pandang yang jelas dari meja guru, meja peserta didik, dan semua peserta didik. Jangan sampai ada yang tidak kelihatan.
  3. Materi pengajaran harus mudah diakses. Jika materi pengajaran mudah diakses, hal ini akan meminimalkan waktu persiapan dan perapian serta mengurangi kelambatan dan gangguan aktivitas lainnya.
  4. Pastikan semua peserta didik dapat dengan mudah melihat presentasi kelas. Tentukan dimana Guru dan peserta didik akan berada pada saat presentasi kelas dilangsungkan. Pada saat presentasi berlangsung, peserta didik tidak boleh memindahkan kursi atau menjulurkan lehernya. Untuk mengetahui apakah peserta didik sudah dapat melihat dengan baik, Guru harus mencoba duduk di kursi peserta didik.
Semoga artikel yang singkat ini memberikan manfaat bagi kita semua yang telah membacanya, terutama bagi para calon Guru. Jangan berhenti membagikan kebaikan walau sekecil apapun itu, karena kita tidak pernah tahu kapan kebaikan itu akan dibalas. sekian dari saya, nantikan artikel-artikel menarik lainnya hanya di Galileo Pustaka.

Sumber : Psikologi Pendidikan, John W. Santrock


Share: